Hasil dari wawancara saya kepada salah
satu Mahasiswa UMSurabaya kemudian
saya jadikan dalam bentuk berita.
Mahasiswa UMSurabaya yang Membayar Kuliah dengan
Uang Keringatnya Sendiri
Inilah
sosok mahasiswa yang membayar kuliah dengan biaya sendiri dengan nama Maftuchatus Saidah S1 Pendidikan Biologi yang
berada di semester empat, dia biasa dipanggil oleh temannya dengan panggilan
Iid. Hampir mahasiswa UMSurabaya mengenal
sosoknya, Iid juga seorang aktifis di kampus dan aktif dalam berorganisasi. Organisasi
yang diikutinya ada lima organisasi yaitu di Biosfer menjabat sebagai Kabid
PSDM, IMM, TS (Tapak Suci), Teater, dan Kewirausahaan. Iid juga sebagai Duta Kampus
di UMSurabaya. Inilah kisah
perjalanan sosok Iid mulai dari awal masuk kuliah dia bertekad dalam hati untuk
tidak meminta uang sepeserpun untuk membayar kuliah, dan alhamdulilah hal itu
terwujud sampai saat ini semester empat.
Iid melangkahkan kakinya menuju UMSurabaya dengan uang hasil keringatnya
sendiri, sungguh luar biasa subhanaallah patut diacungi jempol dan dapat ditiru
langkah dan tekatnya yang sangat pemberani dan gigih bekerja mencari uang untuk
membayar kuliah, makan, dan membayar kosan. Wah bagaimana bisa ya, Iid mengatur
waktu antara kerja dan kuliah. Ternyata paginya Iid kuliah dan malamnya ia
memberikan bimbingan belajar sehingga waktunya tidak berbenturan antara kerja
dan kuliahnya. Iid juga bekerja di
urgensi perusahaan yang waktu kerjanya bisa diatur bebas dilakukan kapan
saja (free line) , memberikan
bimbingan belajar dalam seminggu dua kali yaitu hari rabu dan jumat yang
dilaksanakan pada pukul 18.00 malam. Sedangkan dulunya awal masuk kuliah Iid memberikan
bimbingan belajar mengambil empat sampai lima kali dalam seminggu tetapi untuk
sekarang Iid sudah menguranginya karena terlalu banyak dan terlalu jauh
tempatnya, jadi untuk saat ini ia
mengambil dua kali dalam satu minggu, kemudian antara kuliah, kerja, dan
organisasi bagaimana membagi waktunya.
Ternyata
Iid mempunyai motto dalam hidupnya yaitu jangan sampai kita yang diatur waktu
tapi sebaliknya sebisa mungkin kita harus mengatur waktu dengan sebaik-baiknya
dan memanfaatkannya, karena waktu sedetikpun itu sangatlah berharga untuk
melakukan suatu kegiatan apapun, wah motto yang sangat bagus dan boleh dipakai
juga mottonya. Ternyata ia pertama mengutamakan kuliah kedua organisasi dan
yang ketiga kerja untuk menyambung hidupnya, bila saat kerja dan organisasi
berbenturan waktunya, Iid memilih mengutamakan organisasi jika organisasi itu sifatnya
penting dan tidak bisa ditinggalkannya maka ia akan memilih organisasi yang
didahulukan. Dan bagaimana cara Iid untuk belajar dengan agenda yang padat
seperti itu jawabannya ternyata sangat simpel sekali ia belajar sesempatnya
saja bila malam selesai memberikan bimbingan belajar dan juga selesai
organisasi di kampus jika belum capek Iid menyempatkan baca buku dan jika malamnya
tidak sempat karena terlalu capek Iid mengganti menyempatkan baca buku setelah
sholat tahajud atau selesai sholat shubuh. Ketika saya mengajukan pertanyaan pernahkan anda saat pulang kerumah
dan balik ke Surabaya diberi uang saku oleh orang tua anda? dan jawabannya jika
saya pulang niat saya hanya bertemu kangen dengan keluarga ketika saya diberi
uang saat mau balik ke Surabaya jika kondisi orang tua ada, cukup, dan ketika
saya belum ada uang untuk makan ya saya terima, tapi itu tidak banyak jumlahnya
itupun jarang hanya sekali saja saya menerimanya, dan sebaliknya ketika kondisi
orang tua tidak ada uang dan jika saya memegang uang lebih, saya memberikan sedikit
hasil dari uang kerja saya.
Iid juga sedikit bercerita tentang
pengalamannya ketika Iid pernah belum bisa membayar uang kuliah pada waktu UAS
tiba, karena uang gaji dari memberi bimbingan belajar tak kunjung datang pada
saat itu ia meminjam uang temannya terlebih dahulu untuk membayar UAS tersebut,
dan ketika saat gajinya sudah keluar baru ia menggantinya. Inilah pendapat
sosok Iid di mata mahasiswa Prodi Matematika dan teman sekelasnya sendiri
ketika saya bertanya pada salah satu anak Prodi Matematika tentang sosok Iid itu bagaimana menurut anda ternyata jawabannya
begitu bagus dia menilai sosok Iid, katanya anaknya lucu, suka becanda,
muslimah, mandiri dan sangat menginspirasi anak-anak muda, dan jawaban dari
teman sekelasnya pun begitu tak kalah bagusnya dia bilang Iid itu anaknya
dewasa, lucu, suka becanda, kritis dalam waktu perkuliahan, kreatif, dan
mandiri. Wah bisa menjadi contoh dan motifasi buat anak-anak muda yang lainnya ni,
itulah tadi sedikit cerita dari sosok Iid mahasiswa UMSurabaya yang membayar kuliah dengan uang keringatnya sendiri
semoga kalian bisa termotifasi dan terinspirasi dari sosok Iid.